Ramuan ajaib penyembuh segala penyakit, makanan yang katanya memicu kanker, atau obat yang diklaim berbahaya sering beredar di grup pesan keluarga. Informasi kesehatan yang keliru dapat membuat orang menunda pengobatan atau mengonsumsi sesuatu yang berbahaya.
Periksa Sumbernya
Siapa yang pertama kali menyampaikan informasi itu? Apakah lembaga kesehatan resmi, jurnal ilmiah, organisasi profesi, atau akun anonim? Informasi yang mencatut nama dokter atau rumah sakit tanpa tautan resmi patut dicurigai.
Waspadai Klaim Berlebihan
Kata-kata seperti "100% sembuh", "dokter tidak mau Anda tahu", "rahasia yang disembunyikan", atau "sebarkan sebelum dihapus" adalah tanda klasik hoaks. Ilmu kesehatan jarang menawarkan solusi instan yang berlaku untuk semua orang.
Cek Tanggal dan Konteks
Informasi lama sering diedarkan kembali seolah-olah baru. Foto dan video juga bisa diambil dari kejadian lain. Gunakan pencarian gambar terbalik dan situs cek fakta untuk menelusuri asal-usulnya.
Bila ragu, jangan teruskan. Lebih baik bertanya kepada tenaga kesehatan.
Rujuk Sumber Resmi
Kementerian kesehatan, badan pengawas obat dan makanan, dinas kesehatan, serta organisasi kesehatan dunia rutin menerbitkan klarifikasi atas hoaks yang beredar. Membiasakan diri merujuk ke sumber ini membantu memutus rantai misinformasi.