Pendaftaran berobat lewat aplikasi, antrean daring, dan hasil laboratorium digital memudahkan banyak orang. Namun bagi sebagian lansia, perubahan ini justru menjadi hambatan baru dalam mengakses layanan kesehatan yang sangat mereka butuhkan.
Hambatan yang Dihadapi
Tidak semua lansia memiliki ponsel pintar atau kuota internet. Huruf kecil, menu yang rumit, kata sandi, dan kode verifikasi menjadi tantangan tersendiri. Penurunan penglihatan dan ingatan memperberat kesulitan ini.
Risiko Tertinggal
Ketika layanan hanya tersedia secara daring, lansia yang tidak mampu menggunakannya berisiko terlambat berobat atau bergantung sepenuhnya pada orang lain. Mereka juga lebih rentan menjadi sasaran penipuan yang mengatasnamakan layanan kesehatan.
Peran Keluarga dan Fasilitas Kesehatan
Keluarga dapat membantu menyiapkan aplikasi, membuat catatan langkah sederhana, dan mendampingi saat pendaftaran. Fasilitas kesehatan sebaiknya tetap menyediakan jalur layanan tatap muka atau telepon, serta petugas pendamping digital.
Desain aplikasi yang ramah lansia, dengan huruf besar dan langkah sederhana, juga sangat membantu.
Membangun Literasi Digital Lansia
Kelas literasi digital di posyandu lansia, masjid, gereja, atau balai warga dapat membantu lansia lebih percaya diri. Kesabaran dan pengulangan adalah kunci.