🚨 Keadaan darurat? Hubungi 112 atau ambulans 119. Informasi di situs ini bukan pengganti pertolongan medis.
🥽 Kesehatan Mental

Realitas Virtual untuk Kesehatan: Dari Mengalihkan Nyeri hingga Terapi Kecemasan

Kacamata realitas virtual tidak hanya dipakai untuk bermain game atau menikmati pameran seni imersif. Di rumah sakit dan klinik, teknologi ini mulai digunakan untuk membantu pasien mengelola nyeri dan kecemasan.

Mengalihkan Perhatian dari Nyeri

Dunia virtual yang menenangkan, seperti pemandangan laut atau galeri seni, dapat mengalihkan perhatian pasien selama prosedur yang tidak nyaman, misalnya penggantian perban luka bakar atau pemasangan infus pada anak. Sejumlah penelitian menunjukkan pasien melaporkan nyeri dan kecemasan yang lebih rendah.

Terapi Paparan untuk Fobia dan Kecemasan

Psikolog dapat menggunakan realitas virtual untuk paparan bertahap terhadap situasi yang ditakuti, seperti ketinggian, terbang, atau berbicara di depan umum, dalam lingkungan yang aman dan terkendali.

Rehabilitasi Gerak

Program rehabilitasi berbasis VR membuat latihan gerak lebih menarik bagi pasien pascastroke atau cedera. Permainan yang dirancang khusus mendorong pasien mengulang gerakan yang dibutuhkan.

Penggunaan VR untuk terapi harus dipandu tenaga kesehatan yang terlatih.

Seni Imersif untuk Relaksasi

Pameran seni imersif dan pengalaman VR bertema alam dapat menjadi sarana relaksasi. Namun sebagian orang mengalami pusing atau mual saat memakai VR; mulailah dengan sesi singkat.

⚕️ Penting: artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Dalam keadaan darurat, hubungi 112 atau 119, atau segera ke IGD terdekat.
Artikel ini merupakan kolaborasi konten bersama mitra media artitudesgallery.com. Temukan panduan dan alat kesehatan lainnya di beranda Info Kesehatan Digital.
#realitas virtual kesehatan#VR terapi#distraksi nyeri#terapi kecemasan#seni imersif
T
Teguh Santoso

Penulis di Info Kesehatan Digital yang mengulas teknologi kesehatan, literasi kesehatan, dan kebiasaan digital yang sehat berdasarkan rujukan tepercaya.