Kacamata realitas virtual tidak hanya dipakai untuk bermain game atau menikmati pameran seni imersif. Di rumah sakit dan klinik, teknologi ini mulai digunakan untuk membantu pasien mengelola nyeri dan kecemasan.
Mengalihkan Perhatian dari Nyeri
Dunia virtual yang menenangkan, seperti pemandangan laut atau galeri seni, dapat mengalihkan perhatian pasien selama prosedur yang tidak nyaman, misalnya penggantian perban luka bakar atau pemasangan infus pada anak. Sejumlah penelitian menunjukkan pasien melaporkan nyeri dan kecemasan yang lebih rendah.
Terapi Paparan untuk Fobia dan Kecemasan
Psikolog dapat menggunakan realitas virtual untuk paparan bertahap terhadap situasi yang ditakuti, seperti ketinggian, terbang, atau berbicara di depan umum, dalam lingkungan yang aman dan terkendali.
Rehabilitasi Gerak
Program rehabilitasi berbasis VR membuat latihan gerak lebih menarik bagi pasien pascastroke atau cedera. Permainan yang dirancang khusus mendorong pasien mengulang gerakan yang dibutuhkan.
Penggunaan VR untuk terapi harus dipandu tenaga kesehatan yang terlatih.
Seni Imersif untuk Relaksasi
Pameran seni imersif dan pengalaman VR bertema alam dapat menjadi sarana relaksasi. Namun sebagian orang mengalami pusing atau mual saat memakai VR; mulailah dengan sesi singkat.